Kisah sang raja Makedonia : Alexander the great

 Alexander the Great

Alexander the Great adalah raja dari Makedonia yang dikenal sebagai salah satu penakluk terbesar dalam sejarah. Ia lahir tahun 356 SM dan merupakan anak dari Philip II of Macedon. Sejak kecil, ia dididik oleh filsuf terkenal, Aristotle.

Pada usia 20 tahun, Alexander menjadi raja setelah ayahnya meninggal. Ia lalu memimpin pasukan untuk melawan Persian Empire yang dipimpin oleh Darius III. Dalam waktu singkat, ia berhasil menaklukkan wilayah yang sangat luas, dari Yunani, Mesir, sampai ke sebagian Indi


Kehebatannya bukan hanya dalam perang, tetapi juga dalam menyatukan budaya Timur dan Barat. Ia mendirikan banyak kota bernama Alexandria, termasuk yang terkenal di Alexandria, Mesir.

Alexander meninggal pada usia 32 tahun di Babylon. Walaupun hidupnya singkat, pengaruhnya sangat besar, terutama dalam penyebaran budaya Yunani pada masa yang disebut zaman Hellenistik.

Sampai sekarang, Alexander dikenang sebagai pemimpin yang berani, cerdas, dan penuh ambisi.

Aleksander Agung,[b] adalah seorang raja dari Kerajaan Yunani kuno dari Makedonia.[a] Pada usia 20 tahun, ia meneruskan takhta ayahnya, Filipus II dari Makedonia yang tewas dibunuh pada pernikahan Kleopatra dari Makedonia pada bulan Oktober 336 SM. Dimulai tidak lama setelah kematian ayahnya, Alexander menghabiskan sebagian besar waktu kekuasaannya untuk melancarkan kampanye-kampanye militer ke Asia Barat dan Mesir, Asia Tengah, dan Asia Selatan. Pada usia 30 tahun, dirinya telah berhasil membentuk salah satu kekaisaran terbesar sepanjang sejarah, wilayahnya terbentang dari Balkan di barat sampai India di timur.[5] Ia tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran dan terkenal luas sebagai salah satu komandan militer tersukses dalam sejarah.[6][7] MENURUT WikipediA

Komentar